SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan Ketinggian ditetapkan melalui Kepmenaker Nomor 393 Tahun 2020. JDIH Kemnaker mencatatnya berlaku; keputusan ini mencabut KEP.325/MEN/XII/2011. SKKNI menjadi acuan pengembangan kualifikasi, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Untuk persyaratan pelaksanaan pekerjaan pada ketinggian, baca pula Permenaker Nomor 9 Tahun 2016.
Memerlukan arahan lebih lanjut mengenai Kepmenaker No. 393 Tahun 2020 tentang SKKNI K3 dalam Pekerjaan Ketinggian, rekomendasi pelatihan K3, atau pemenuhan regulasi di perusahaan Anda?
Rujukan yang benar adalah Kepmenaker 393 Tahun 2020
Penyebutan “Kepmenaker 401 Tahun 2021” sebagai SKKNI pekerjaan ketinggian perlu dikoreksi. Dokumen resmi untuk bidang tersebut adalah Kepmenaker Nomor 393 Tahun 2020, ditetapkan pada 30 Desember 2020. Judul lengkapnya mencakup kategori aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, golongan pokok aktivitas arsitektur dan keinsinyuran; analisis dan uji teknis, bidang K3 dalam pekerjaan ketinggian.
Ketika membuat daftar acuan perusahaan, cocokkan nomor dan judul dengan dokumen sumber. Nama berkas, brosur atau sertifikat yang menyebut “ketinggian” belum cukup untuk memastikan identitas standar. Simpan salinan acuan beserta catatan pemeriksaannya agar tim pelatihan, pengadaan dan pengawas menggunakan rujukan yang sama.
Status berlaku dan hubungan dengan standar sebelumnya
Pada pemeriksaan 29 Oktober 2026, JDIH Kemnaker mencatat Kepmenaker 393 Tahun 2020 berstatus berlaku dan memperlihatkan pencabutan KEP.325/MEN/XII/2011. Diktum keempat memuat pengkajian ulang setiap lima tahun atau sesuai kebutuhan. Ketentuan pengkajian tersebut tidak dengan sendirinya berarti keputusan berakhir setelah lima tahun.
Jika dokumen pelatihan masih menggunakan standar lama, minta penjelasan acuan yang dipakai dan alasan penggunaannya. Jangan langsung menyamakan umur dokumen dengan kelayakan peserta. Pemeriksaan perlu melihat standar rujukan, skema yang berlaku, ruang lingkup penilaian dan dokumen hasil secara bersama.
Cakupannya lebih luas daripada akses tali
Lampiran SKKNI membahas kemampuan seperti analisis keselamatan kerja, penggunaan tangga portabel, pengelolaan perangkat pelindung jatuh, akses tali dan penyelamatan. Menyebut seluruh dokumen sebagai standar rope access saja mempersempit cakupannya. Setiap unit memuat kemampuan yang dinilai, batas penerapan dan panduan penilaian.
Untuk kebutuhan perusahaan, mulai dari uraian tugas yang benar-benar dilakukan. Bandingkan tugas itu dengan unit yang relevan, lalu tanyakan kepada penyelenggara atau lembaga sertifikasi bagaimana cakupan tersebut diterjemahkan dalam program atau skema. Daftar seluruh unit di satu standar bukan daftar pelatihan yang harus diambil semua pekerja tanpa melihat tugasnya.
Pisahkan standar kompetensi dari pengendalian pekerjaan
Permenaker Nomor 9 Tahun 2016 mengatur K3 pekerjaan pada ketinggian, termasuk perencanaan, prosedur, teknik bekerja aman, perlindungan jatuh dan tenaga kerja. SKKNI membantu menjelaskan kemampuan kerja yang perlu dikembangkan dan dinilai. Keduanya memiliki fungsi yang berkaitan, tetapi tidak saling menggantikan.
Kelulusan pelatihan juga perlu dibedakan dari hasil asesmen kompetensi, lisensi K3 dan penugasan perusahaan. Jangan mengartikan rujukan ke SKKNI sebagai penerbitan otomatis SKP, SIO atau izin untuk seluruh pekerjaan. Periksa dokumen yang memang dipersyaratkan untuk peran peserta dan pekerjaan yang ditugaskan; tidak semua jenis dokumen mempunyai fungsi yang sama.
Contoh: memetakan kebutuhan tim perawatan gedung
Sebuah pengelola gedung akan menugaskan tim memeriksa bagian luar bangunan. Sebelum memilih kelas, tim menyusun uraian akses yang direncanakan, tugas setiap orang serta siapa yang mengawasi dan menangani keadaan darurat. Dari situ, perusahaan dapat membandingkan kemampuan yang sudah dimiliki dengan kemampuan yang masih perlu dipenuhi.
Misalnya, pengalaman menggunakan tangga tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang siap ditugaskan pada sistem akses tali. Sebaliknya, nama pelatihan akses tali tidak memberi jawaban lengkap tentang kesiapan rencana kerja di lokasi baru. Hasil pemetaan sebaiknya memisahkan kebutuhan pengembangan personel dari keputusan kelayakan metode, peralatan dan kondisi lokasi. Contoh ini adalah cara menelaah kebutuhan, bukan petunjuk teknis pelaksanaan.
Berkas yang membantu pemeriksaan kompetensi
Agar pembahasan dengan penyelenggara lebih terarah, siapkan uraian tugas dan catatan pengalaman yang boleh dibagikan. Minta nama skema, daftar unit yang dinilai, persyaratan peserta, metode asesmen serta identitas penerbit dokumen. Periksa kesesuaian cakupan, bukan hanya kesamaan istilah pada judul kelas.
Untuk pencatatan internal, gunakan matriks sederhana yang menghubungkan tugas, kemampuan yang dibutuhkan, bukti yang tersedia dan tindak lanjut. Pisahkan berkas personel dari bukti kesiapan pekerjaan seperti penilaian risiko, pemeriksaan peralatan dan rencana darurat. Pemisahan ini membantu menemukan kekurangan yang tidak terlihat bila pemeriksaan hanya menghitung jumlah sertifikat.
FAQ Seputar Kepmenaker No. 393 Tahun 2020 tentang SKKNI K3 dalam Pekerjaan Ketinggian
Dasar materi yang digunakan
Peraturan, standar, panduan, dan petunjuk produsen memiliki ruang lingkup berbeda. Gunakan dokumen yang sesuai dengan pekerjaan, model peralatan, dan ketentuan yang berlaku.


















